Enter your keyword

Selasa, 14 Maret 2017

Inilah Agenda The Light of Aceh 2017

By On 06.54
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh secara resmi merilis sejumlah event "The Light of Aceh" pada tahun 2017 baik bertaraf nasional maupun internasional mengingat Aceh telah mendapatkan predikat “The World’s Best Halal Cultural Destination” diajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan, digelar sejumlah even ini guna mendukung Aceh sebagai salah satu tujuan wisata "Muslim Friendly Destination" dan kesempatan untuk mengangkat dan mengenalkan kembali nilai budaya Aceh yang bernafaskan Islam kepada wisatawan.

"Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh mengalami peningkatan. Pada Tahun 2016 ini sebanyak 2.154.249 orang wisatawan terdiri dari 76.452 orang wisman dan 2.077.797 orang wisatawan nusantara," rincinya.

Kehadiran Calendar of Event (COE) dengan branding "The Light of Aceh" tersebut, tambah Reza merupakan bagian dari progam "Wonderful Indonesia" dari Kementerian Pariwisata RI, dimana penyelenggaraan berbagai even atau atraksi wisata serta paket-paket wisata dan keikutsertaan pada berbagai pameran pariwisata nantinya bisa menargetkan peningkatan angka kunjungan wisatawan ke Aceh, sekaligus mendukung program Pemerintah untuk mensukseskan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke nusantara pada tahun 2019.

"Melalui peluncuran COE ini, kita berharap tidak hanya berdampak dalam membangun pencitraan
positif tentang Aceh, tapi juga mampu mempromosikan potensi keberagaman dan keindahan budaya Aceh bagi wisatawan serta menjadi tren positif juga dalam menciptakan lapangan pekerjaan atau usaha baru masyarakat melalui kunjungan wisatawan," harapnya.

Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani menyatakan, ada beberapa kegiatan atraksi wisata yang bersifat core event dan facilitating events tahun 2017 yang dikemas melalui semangat "The Light of Aceh" dan "Wonderful Indonesia" meliputi Festival Pulo Aceh, Sail Sabang 2017, Pekan Nasional KTNA, Festival Danau Lut Tawar, Festival Musik The Light of Aceh dan  serta beberapa event wisata menarik lainnya. [Edi]

Inilah 35 kegiatan yang akan digelar selama tahun 2017:

1. Maulid Raya, Banda Aceh 1 Januari -31 Maret.
2. Perlombaan Pacu Kuda Tradisional, Bener Meriah 9-15 Januari
3. Peringatan Syahid Teuku Umar ke 118, Aceh Barat 4-11 Februari
4. Pagelaran Seni Tari Dampeng, Banda Aceh 20 Mei
5. Putroe Phang Art & Weekend Show, Banda Aceh Februari-Juli
6. Aceh Dirt Bike Adventure, Bener Meriah 7-9 April
7. Kemah Seniman, Banda Aceh 14-16 April
8. Pagelaran Seni Jalo Didong, Banda Aceh 14 April
9. Piasan Seni Banda Aceh, 14-16 April
10. PENAS KTNA, Banda Aceh 6-11 Mei
11. Festival Seni Budaya Tradisional dan Kreasi, Meulaboh 16-20 Mei
12. Aceh Islamic Fashion Parade, Banda Aceh 17-18 Mei
13. Banda Aceh Coffee Festival, 18-20 Agustus
14. Festival Pulo Aceh, Aceh Besar 15-16 Juli
15. Piyasan Samudera Pasai International Festival, Lhokseumawe 17-23 Juli
16. Wisata Camping Nusantara, Banda Aceh 21-23 Juli
17. Aceh Amazing Adventure, Banda Aceh dan Aceh Besar 26-30 Juli
18. Aceh Diving Championship, Sabang 10-13 Agustus
19. Aceh Bike Week, Aceh Tengah 25-27 Agustus
20. Aceh Culinary Festival, Banda Aceh 18-20 Agustus
21. Camping 100 Tenda, Aceh Tengah 26-27 Agustus
22. Saman 10.001, Gayo Lues pada Agustus
23. Perlombaan Pacu Kuda Tradisional, Aceh Tengah 21-27 Agustus
24. Festival Danau Lut Tawar, Aceh Tengah pada September
25. Seumeleung, Aceh Jaya 2 September
26. Festival Musik The Light of Aceh, Banda Aceh pada Oktober
27. Aceh Rafting Championship, Aceh Tenggara pada Oktober
28. Pemilihan Duta Wisata Aceh, Banda Aceh 11-15 Oktober
29. Festival Sanger, Banda Aceh 12 Oktober
30. Aceh International Surfing Championship, Simeulue 26-29 Oktober
31. Lomba Perahu Tradisional se Aceh, Lhokseumawe 6-12 November
32. Wonderful Sabang Expo, 28 November - 3 Desember
33. Sail Sabang, 28 November – 5 Desember
34. Festival Kuliner Aceh Jaya, Calang 22 April-26 Desember
35. Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh, Banda Aceh 26 Desember.

Sabtu, 11 Maret 2017

Aceh Tampil di Internationale Tourisme Börse (ITB) Expo Berlin

By On 01.39
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk pertama sekali berkesempatan hadir pada pameran Internationale Tourisme Börse (ITB) Berlin, yang merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia yang berlangsung selama lima hari, 8-12 Maret di Gedung Messe Berlin, Jerman.

"The Light of Aceh" Meriahkan Pameran ITB Berlin
Diikuti lebih dari 187 negara, diliput sekitar 10.000 jurnalis lokal dan 2000 jurnalis internasional, serta dihadiri lebih 120.000 pengunjung, baik pembeli maupun penjual (seller/buyer) menjadi moment penting dalam rangka memperkenalkan Aceh, khususnya potensi wisata Aceh di mata masyarakat Eropa dengan berbagai keunikan dan diferensiasi alam dan budaya Aceh.

Wakil Ketua II DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan sebagai Koordinator Komisi VII DPR Aceh Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, kunjungan wisatawan dari beberapa negara Eropa ke Aceh terus meningkat, seperti Jerman, Perancis, Inggris dan Norwegia.

"The Light of Aceh" Meriahkan Pameran ITB Berlin
Hal ini tidak terlepas semakin baiknya pencitraan industri pariwisata Aceh secara nasional dan internasional melalui branding wisata Aceh terbaru "Cahaya Aceh" atau "The Light of Aceh" dan keberhasilan Aceh memenangkan Kompetisi Wisata Halal Internasional 2016 sebagai "Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia".

"Bergabung bersama dengan Stand Kementerian Pariwisata Indonesia dengan branding "Wonderful Indonesia", tim seni Aceh diwakili "Sanggar Tuha Delapan" berhasil menarik perhatian peserta Pameran ITB Berlin dengan menampilkan musik tradisi Aceh, yaitu "Keneubah Indatu" lewat tari Seudati, Uroeh Duk, Rapai Geleng dan Tarek Pukat," kata Irwan Djohan yang juga sebagai Ketua Delegasi Aceh ke ITB Berlin 2017.

"The Light of Aceh" Meriahkan Pameran ITB Berlin
Rahmadhani, Kepala Bidang Pemasaran mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang juga ikut dalam delegasi Aceh ke ITB Berlin menyatakan, tim seni Aceh juga akan tampil pada hari ketiga pameran tersebut dengan menampilkan musik tradisi Aceh lainnya, yaitu "Piasan Gayo terdiri" dari Didong, Saman dan Gayo.

"Dalam Rangka mensukseskan 50 tahun lahirnya kerjasama negara-negara ASEAN bertema “Visit ASEAN@50: Golden Celebration”, Tim Seni Aceh juga berkesempatan tampil pada hari keempat di stand Kamboja dengan menampilkan musik tradisi Aceh. Hal ini akan menjadi sebuah moment strategis lainnya dalam mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata wisata halal terbaik dunia dan menarik minat wisatawan ke Aceh melalui penampilan seni budaya Aceh yang bernafaskan Islam," sebut Rahmadhani.

"The Light of Aceh" Meriahkan Pameran ITB Berlin
Delegasi Aceh lainnya yang juga Direktur Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Center Unsyiah, Dr. Iskandarsyah Madjid menyebutkan, kopi Aceh sudah menjadi salah satu produk unggulan Aceh.

“Keikutsertaan Aceh pada event pameran berskala dunia perlu didukung, tidak hanya menghadirkan tim seni Aceh dan bahan-bahan promosi lainnya, tapi juga mempromosikan pariwisata Aceh melalui stand tersendiri dengan dekorasi yang unik berkarakteristik Aceh dalam rangka lebih memperkenalkan Aceh secara lebih dekat kepada wisatawan mancanegara, baik di Eropa, maupun di Timur Tengah,” demikian Iskandar. [Ril]