Enter your keyword

Rabu, 10 Juni 2015

Gali Potensi Wisata Alam, IOF Terobos Hutan Ulu Masen

PENGURUS Daerah Indonesian Offroad Federation (Pengda IOF) Provinsi Aceh menggelar Aceh Amazing Adventure Offroad  selama tiga hari, 22-24 Mei 2015. Event ini digagas IOF bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk menggali potensi wisata alam di Hutan Ulu Masen, Kabupaten Aceh Jaya.

Ketua Panitia, Riza Iskandar atau akrab dipanggil Jajak kepada acehterkini, Jum’at (22/5/2015) mengatakan kegiatan ini diikuti 34 mobil offroad dari berbagai daerah, Jakarta, Medan, Malaka dan Aceh dengan jumlah 112 peserta.

Jajak menambahkan tujuan diadakan event ini adalah untuk menggali potensi wisata alam Hutan Ulu Masen yang masih asri. Rute ini akan ditempuh sepanjang 15 kilometer.

“Kita terobos lagi jalur yang ada dalam hutan Ulu Masen, melewati Patek, Suak Beukah, Desa Masen, Pante Kuyun sampai ke Kota Calang, ini jalur HTI yang sudah 20 tahun tidak dilewati,” ujar Jajak di Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya.

Ulu Masen merupakan lokasi yang tergolong sebagai wisata minat khusus. Lokasinya masih cukup tersembunyi dan cukup menantang nyali. Rutenya sangat bervariasi, hutan, sungai, lembah dan bukit berlumpur menjadi destinasi wisata kombinasiAmazing Adventure Offroad.

Rute sepanjang 15 kilometer ini akan ditempuh selama tiga hari dua malam hingga tembus Kota Calang.

Dipilihnya Ulu Masen, kata Jajak karena namanya sudah mendunia. Hutan Ulu Masen menjadi pilot project Fauna Flora International (FFI) sebagai hutan karbon yang tergolong salah satu hutan unik karena kombinasi lengkap antara hutan daratan rendah dan hutan daratan tinggi.

Hutan hijau itu diyakini merupakan hutan yang masih sangat terjaga kelestariannya dan merupakan salah satu hutan penopang keseimbangan alam sebagai  paru-paru dunia yang disandang oleh hutan Indonesia.

Berbagai flora dan fauna Sumatera yang terancam punah seperti Harimau, Beruang Madu, Macan Dahan, Kukang, Cempala Kuneng, Orang Hutan Sumatera, Siamang, Kedih atau Reungkah, Kambing Sumatera, Burung Rangkong Papan, Kuau Besar dan Gajah Sumatera diperkirakan masih mendiami kawasan hutan Ulu Masen.

Selain fauna, daerah ini juga kaya akan berbagai macam flora yang unik dan langka seperti aneka jenis Anggrek, meuranti, ketapang, mane, geulumpang, rotan sampai bunga bangkai.

Hutan ini ditetapkan Pemerintah Aceh sebagai proyek percontohan Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) untuk dijadikan lokasi  model pengukuran stok karbon di kawasan itu. Kawasan Ulu Masen ini berbatasan dengan empat kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie.

Wisata alam Hutan Ulu Masen cukup indah untuk dikembangkan, air terjun tingkat tujuh di Krueng Ayon menjadi potensi wisata yang patut menjadi andalan, belum lagi sungai-sungai yang berpasir putih. “Ini yang berbeda dengan sungai di Aceh Besar dan Aceh Tengah yang umumnya pasirnya berbatu,” pungkas Riza Iskandar.[Par/acehterkini]]