Enter your keyword

Rabu, 10 Juni 2015

Kuliner Aceh Daya Tarik Wisatawan


DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh kembali menggelar Aceh Culinary Festival 2015. Kegiatan melibatkan peserta dari kabupaten kota. tahun ini Aceh Culinary Festival  bersinergi dengan Jambore PKK Provinsi Aceh 2015.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan Aceh Culinary Festival ini untuk melestarikan kuliner lokal tradisional Aceh sehingga menjadi masakan yang dicintai masyarakat kita sendiri khususnya generasi muda dan diperluas untuk dapat dinikmati masyarakat nasional serta internasional.

Menurut Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh ini, kacamata wisatawan bahwa kuliner menjadi daya tarik. “Maka kita sungguhkan setiap daerah untuk melestarikan makanan tradisional, disamping untuk mempromosikan juga untuk meningkatkan wisatawan ke Aceh,” ujar Reza Fahlevi sembari mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun.

Mengangkat tema budaya dan tradisi, menu makanan yang akan dihadirkan adalah berbagai hidangan tradisional legenda kuliner Aceh. Sebagai salah satu upaya melestarikan kekayaan cita rasa kuliner Aceh, kegiatan yang berlangsung 7-9 Juni 2015 di Taman Ratu Sulthanah Safiatudin ini juga menampilkan makanan dan minuman tradisional Aceh yang telah mulai dilupakan dari berbagai daerah.

Perayaan Kulinari Aceh ini dimeriahkan dengan berbagai acara menarik yang beberapa diantaranya menawarkan makanan dan minuman gratis selama persediaan masih ada seperti Food Festival,
Khanduri Asam Keueng, Khanduri Apam, Kelas Memasak 23 Menu Kue tradisional Aceh, Parade Sepeda Hias Makanan “Bike and Bite” oleh anak-anak, Coffee for Free, Free Grill Fun dan tantangan makan pedas “Spicy Challenges”.

Selain menampilkan pertunjukan seni daerah dan para musisi lokal, Acara yang menjadi agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh ini juga menghadirkan seorang artis ibukota, Kunto Aji.

Panitia kegiatan Husna Annisa mengatakan kegiatan menampilkan kuliner-kuliner tradisional di Aceh. “Kita mau angkat sejarah di balik sajian kuliner yang ada,” ujarnya.
Tahun ini Aceh Culinary Festival dibarengi dengan kegiatan Jambore PKK Aceh yang dimeriahkan dari 23 kabupaten kota di Aceh. Ibu-ibu PKK di seluruh Aceh terlihat sangat antusias menikmati kuliner Aceh.

Panitia juga memberikan hadiah kepada pemenang masakan Asam Keueung dari Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Kecamatan Kutaradja dan Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. [acehterkini]

Beberapa Menu Makanan yang dihadirkan di Aceh Culinary Festival 2015 :

Kuah Beulangong (Kari Kambing Khas Aceh)
Gulee Eungkot Paya (Gulai Ikan Paya Khas Aceh)
Sie Seuop (Olahan Daging Sapi dengan Bumbu Bawang Putih dan Jahe)
Sie Reuboh (Olahan Daging Sapi dengan Cuka Enau)
Bieng Teupeulemak (Gulai Kepiting Khas Aceh)
Gulee Rampoe (Sayur Bening Khas Aceh)
Asam Udeung (Sambal Udang dan Belimbing Sayur)
Manok Seum Seum (Ayam Aceh Goreng Panas)
Sie Itiek Masak Puteh (Gulai Bebek khas Aceh)
Eungkot Suree Teutot (Ikan Tongkol Bakar Khas Aceh)
Asam Jieng (Gulai Ikan Asam Pedas)
Gulee Pliek U (Sayur Lemak Daun Melinjo)
Beulacan (Pepes Kelapa Khas Aceh)
Tumeh Tirom (Tumis Tiram)
Bu Kulah (Nasi dibungkus daun pisang khas Aceh)
Boh Manok Teupeulemak (Gulai Telur Ayam)
Cicah Bungong Peutik (Urap Bunga Kates)
Cah Krukut (Sambal Kikil Asam Pedas)
Sambai Wok (Sambal Ikan Teri Cabe Hijau)
Deudah Boh Manok (Telur ayam yang dibakar dengan t
Boh Manok U (Telur Dadar Kelapa)
Ungkot Payeh (Pepes Ikan Khas Aceh)
Keumamah (Tumis Ikan Tongkol yang telah dijemur)
Phek (Cincangan Pisang Muda yang digoreng)
Bu Gureng Asam Sunti (Nasi Goreng Asam Sunti Khas Aceh)
Sambai on Peugaga (urap daun peugaga)
Makanan Kecil : Lemping, Kribung, Emping U, Beurenee, Bu Leukat Boh Drien, Putu Mayang, Seuneucah,  Apom Balek, Kanji Rumbi, Mie Caluek, Pulot Bakar, Ie Boh Timon, Ie Boh Timon Gapue, Ie Boh Peutik, Kopi Tubruk dan Kopi Gayo.