Labels

Ads

Senin, 24 April 2017

18 Masakan Khas Aceh Ini Wajib Anda Cicipi Jika Berkunjung Ke Aceh

Jika Anda sempat berkunjung ke Aceh tidak ada salahnya mencicipi salah satu masakan khas Aceh yang direkomendasikan berikut ini...

1. Martabak Aceh

Kuliner Aceh
Martabak ini adalah martabak khas Aceh yang berbeda dari martabak yang biasa kita kenal. Bagaimana dengan cita rasa makanannya? Martabaknya tentu berbeda dengan martabak yang biasa kita temui. Dengan bahan dasar roti Cane, Sedangkan martabaknya sepintas mirip dengan telor dadar biasa, tapi ketika digigit baru terasa perbedaannya. Martabak ini menggunakan roti cane sebagai "kulitnya", dan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini enak untuk disantap sebagai cemilan dan Sangat dianjurkan dinikmati dengan Coffee.

2. Ayam Tangkap

Kuliner Aceh
Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar, terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru sementara 2 nama lainnya saya dapat dari. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap

3. Kuah Sie Itek

Kuliner Aceh
Masakan Itik atau Bebek sangat banyak ragam dan macamnya di Nusantara. Tapi yang ini jelas beda karena masakan bebek ini punya resep sendiri dari Aceh. Gule itek dari Aceh yang paling terkenal dating dari Bireun di daerah ini bumbunya sangat terasa. Penasaran? Anda bisa langsung mencobanya di restoran-restoran khas Aceh yang ada di sekitar tempat tinggal anda

4. Kuah Beulangong

Kuliner Aceh
Gulee Sie Kameng atau sering disebut juga dengan Kuah Beulangong adalah masakan Aceh sejenis gulai yang berbahan baku utama daging kambing dan nangka muda (orang Aceh menyebutnya boh panah), serta disertai potongan pisang kepok. Dengan bumbu khas Aceh seperti capli kleng (cabai kering), u neu lheu (kelapa gongseng), kayu mameh (kayu manis) dan bumbu-bumbu yang lainnya, aroma masakan ini tercium amat khas. Konon di kalangan orang Aceh ada suatu bumbu yang membuat daging kambing dari masakan ini menjadi empuk dan tidak berbau. Gulai ini dapat dimakan panas atau dingin.

5. Kuah Eungkot Paya

Kuliner Aceh
Rasa yang lahir dari bumbu cabe kering, kelapa gonseng yang digiling, halia, bawang merah, bawang putih dan disiram dengan santan nomor tiga. Semua rasa ini mengingatkan kita pada campuran masakan bernuansa India melayu muslim, yang dijuluki dengan masakan “mamak”, terutama populer di Malyasia, untuk membedakan masakan India dari komunitas hindu.

Nama gulai ini diambil dari ikan (eungkot) yang menjadi menu utamanya. Ikan yang hidup di rawa-rawa sawah semacam lele yang disebut seungkoe, gabus yang disebut bace ataupun sepat serta kruep. Tapi yang umum diperjualbelikan adalah lele dan gabus.

Untuk mendapatkan rasa istimewa ikan gabus dan lele haruslah yang terbaik. Lele misalnya, harus lele padi yang dibersihkan hingga putih dan hilang bau tanahnya dengan tambahan sayur dari jantung pisang sebagai gulainya. Biasanya jantung pisang uak. Dan ada juga dicampur dengan nangka atau pisang kepok muda tergantung dari mana tempat asal muasal penjualnya.

6. Kuah Masam Keueung

Kuliner Aceh
Masakan Asam Pedas adalah masakan yang ada hampir diseluruh Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan nama bermacam-macam. Di Aceh Masakan ini bernama Asam Keueung atau Masam Keueung yang arti secara harfiah adalah Masam Pedas.

7. Gulai Kambing

Kuliner Aceh
Gulai kambing Aceh mempunyai rasa yang khas, karena memakai bumbu khas Aceh. dimasak dengan menggunakan kuali besi yang besar dan terus di panaskan. Artinya kapanpun anda pesan gulai kambing selalu dihidangkan dalam keadaan panas, daging kambing nya pun empuk dan tidak bau. Anda juga akan di hidangkan daging rebus cincang yang di campur dengan bawang dan cabe rawit tumbuk serta jeruk nipis sebagai pelengkap gulai kambing. Kalo berkunjung ke Banda Aceh jangan lupa untuk mencicipi hidangan yang satu ini.

8. Kuah Pliek U

Kuliner Aceh
Kuah Pliek 'U adalah makan aceh yang sangat populer dengan campuran berbagai rasa dan kaya akan vitamin serta zat-zat yang bisa meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh. Selain itu juga Kuah Pliek 'U juga merupakan makanan yang melambangkan kekerabatan dan keanekaragaman dalam masyarakat Aceh yang dapat disatukan dalam satu kuali, sehingga mengasilkan rasa yang unik dan digemari oleh seluruh masyarakat di luruh dunia. kuah Pliek 'U juga merupakan media memperkenalkan hasil alam Aceh yang begitu kaya akan jenis sayurnya sehingga dengan menyantap kuah Piek 'U berarti kita telah menyantap seluruh sayuran yang ada di Aceh. Masakan ini wajib dimakan, karena pergi ke Aceh tanpa makan Kuah Pliek 'U, sama seperti belum pergi ke Aceh. Masakan ini sangat mudah didapatkan, 90% rumah makan di Aceh pasti menyediakan Kuah Pliek 'U.

9. Sate Matang

Kuliner Aceh
Sate matang sudah bergema di setiap kota seluruh Aceh, medan bahkan Jakarta. Di mana ada masyarakat Aceh bermukim di kota-kota besar di Indonesia. Pasti ada gerobak yang bertulis sate “sate matang” . Dinamakan sate matang karena asalnya dari daerah Matang, Bireuen. Yang bikin special sate ini karena makanya dengan kuah soto. Di Banda Aceh, banyak warung yang menyediakan makanan ini, salah satunya adalah di Rex Peunanyong.

10. Asam Keumamah

Kuliner Aceh
Kemamah merupakan masakan khas Aceh lainnya dengan cita rasanya yang sangat menantang. Persis seperti bentuknya, ikan kemamah terbuat dari ikan tuna yang telah direbus dan dikeringkan yang kemudian diiris-iris. Ikan kemamah dapat dimasak dengan menggunakan berbagai bahan masakan, seperti santan kelapa, kentang, cabai hijau dan bahan rempahan lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan belantara, jenis masakan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.

11. Sambai Asam Udeung

Kuliner Aceh
Sambai Asam Udeung adalah masakan khas Aceh yang terbuat dari udang rebus yang dirajang kecil dan dibumbui dengan bumbu-bumbu bercita rasa asam dan pedas. Di salah satu rumah makan Aceh di Jakarta, asam udeung ini populer dengan sebutan sambal ganja. Hal ini disebabkan sama sekali bukan karena makanan ini mengandung ganja, melainkan karena sambal ini membuat ketagihan orang yang menyantapnya.

Kuliner Aceh
Asam udeung ini selain sebagai lauk penyerta untuk disantap dengan nasi hangat, akan tetapi juga cocok untuk dipakai sebagai lauk penyerta Sie Reuboh (daging rebus) - masakan khas aceh lainnya. Pilihan dagingnya antara lain adalah kambing atau sapi yang direbus dengan cuka, lalu dikeringkan dan digoreng garing. Masakan ini bisa disetarakan dengan sejenis dendeng, tetapi dengan bagian dalam daging yang masih lembab.

12. Kanji Rumbi

Kuliner Aceh
Kanji Rumbi adalah sejenis bubur dengan citarasa unik di provinsi Aceh, mirip dengan bubur ayam yang dijual di daerah lain Indonesia. Kanji rumbi dimasak dengan berbahan utama beras dan rempah-rempahm sebagai pelengkap rasanya lazimnya kanji rumbi juga dicampur dengan udang dan potongan daging. Tambahan lain yang cukup penting bagi makanan ini adalah sayur-sayuran berupa wortel dan kentang yang dipotong dadu dan dimasak bersama rebusan beras ketika memasaknya. Kanji rumbi ini mudah sekali kita jumpai didesa-desa di Aceh pada bulan Ramadhan terutama di wilayah Kabupaten Pidie dimana kanji rumbi disediakan secara gratis di masjid dan meunasah sebagai makanan berbuka puasa bersama. Dibeberapa kota kabupaten di Aceh pembagian kanji rumbi juga difasilitasi oleh pemerintah setempat dan pembagiannya dilakukan di masjid agung. Biasanya bagi orang yang berpuasa menyantap kanji rumbi dipercaya bisa menjaga pencernaan setelah seharian berpuasa.

13. Kari Kambing Pidie

Kuliner Aceh
Makanan khas Aceh Pidie ini rasanya cukup dekat dengan masakan India. Namanya Kari kambing. Cabai kering menjadi bumbu wajib karena ia memberi aroma yang lebih kuat, di samping pemakaian jintan dan cengkeh. Bumbunya lumayan banyak, dan itu memberi rasa yang spicy.

Selain bumbu, turut diberi santan yang membuat kari kambing menjadi lebih gurih. Yang lebih unik lagi adalah pemakaian labu air sebagai gulai. Untuk masakan biasa, buah labu jarang dilibatkan, tapi untuk masakan untuk umum, labu dianggap penting agar lebih banyak.

14. Dalica

Kuliner Aceh
“Dalica” Aceh adalah salah satu masakan khas aceh yang terdiri dari daging sapi dipotong kecil-kecil menyerupai potongan sate, terong sayur, udang, pisang mengkal, trus bumbu-bumbu dapur dan santan. Warna Dalica sendiri ampir mirip kuah daging (kuah blangong), tapi isinya lebih banyak daripada kuahnya sendiri.

15. Bu Guri

Kuliner Aceh
Nasi gurih (bu guri) yang dimiliki oleh Aceh beda dengan nasi lemak yang biasa dijumpai di tempat lain karena diberi paru goreng, kuah lemak, sambal tauco, dan kelapa gongseng. Aroma khas daun pisang pun makin menggugah selera. Apalagi kalau diberi kacang goreng. Tambah mantap rasanya.

16. Boh Puniaram (Perkedel khas Aceh)

Kuliner Aceh
Boh Puniaram merupakan sejenis perkedel khas dari Aceh Besar. Karena disajikan dalam kenduri kematian, maka masakan ini dibuat secara sederhana. Bila perkedel biasa terbuat dari daging, maka masakan yang satu ini dibuat dari kelapa kukur yang dibumbui dengan berbagai rempah seperti lada, serai, daun jeruk dll. Kemudian adonan tersebut dicampur dengan telur lalu dibentuk bulat-bulat dan kemudian digoreng.

Walaupun terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, namun rasanya sangat lezat!! Apalagi disantap dengan kuah lemak. Oh, lezatnya. Susah mendeskripsikan bagaimana rasanya, tetapi lebih kurang hampir-hampir mirip dengan beulacan dari Pidie.

Dikarenakan kuliner ini hanya ditemukan dalam kenduri kematian, maka semua orang merindukannya dan semuanya habis dalam seketika..

17. Ie bu Peudah

Kuliner Aceh
Bahan racikan ie bu peudah terbilang asing bagi masyarakat awam. Masakan ini menggunakan 44 bahan berbeda. Namun terkadang, Nyak Neh tidak mampu menemukan semua bahan itu.

Ie bu peudah adalah makanan serupa bubur yang penuh rempah-rempah. Namun ie bu peudah berbeda dengan bubur kebanyakan. Ie Bu Peudah tidak menggunakan potongan ayam ataupun udang seperti bubur kanji. Isinya didominasi rempah-rempah sehingga sangat kaya rasa.

Makanan ini jarang ditemui, kecuali saat Puasa. Selain dijual di pasar, warga di setiap Meunasah di Aceh rutin bersama-sama menyantap masakan ini saat berbuka. Sebelumnya, warga secara bersama-sama memasak penganan tersebut.

Bahan meracik masakan itu antara lain kacang hijau, beras, jagung, lada, jahe, kunyit, serai, ketumbar, bawang putih, pala, hingga lamkeuweuh. Bahan-bahan dibersihkan dan ditumbuk halus lalu, disangrai hingga kering.

Hal yang sama juga dilakukan pada bahan pelengkap dedaunan yang memperkaya racikan bubur. Misalnya daun mireuk, daun saga, daun jeruk purut, daun teumurui, daun camplie buta, daun balek baloe, daun lada, daun kunyit, daun serapat, seumalu batee, seurumpung, tahe peuha, dan balek angen.

Racikan Ie Bu Peudah ini tentu mempermudah siapa saja yang ingin mencicipinya. Pembeli tinggal merebus air dan mencampur racikan dengan potongan dedaunan, seperti daun melinjo, daun jeruk purut, daun singkong, jagung, ketela, jahe, kunyit, kacang hijau, daun pepaya, potongan pisang, dan kelapa muda. Bahan tersebut dimasak dan diaduk hingga matang.

Masakan yang didominasi dedaunan herbal dan rempah ini memang memiliki khasiat tinggi. Selain menjaga stamina tubuh sepanjang Ramadan, asupan karbohidratnya tinggi karena bersumber dari beras, kacang hijau, dan jagung.

18. Mie Aceh

Kuliner Aceh
Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya.

Ok Sobat... jangan lupa jika berkunjung ke Aceh untuk mencicipi salah satu masakan khas Aceh yang direkomendasikan di atas. Dijamin tidak akan kecewa... Selamat berdestinasi... Salam hangat dari kami.

Jangan lupa lihat juga:
Ayam Tangkap, Sensasi Dedaunan Di Dalam Mulut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar